Mengenal Freon AC, Mulai Dari Fungsi, Jenis, dan Cara Kerja
Pernahkan Anda merasa lelah pulang ke rumah setelah seharian menerjang panasnya terik matahari dan macetnya jalan, lalu Anda merasa segar kembali setelah menyalakan AC?
Sentuhan udara yang dikeluarkan AC memang memberikan kenikmatan yang luar biasa. Ruangan yang punya udara pengap berubah menjadi nyaman hanya dalam hitungan menit.
Namun, apakah Anda pernah bertanya tentang rahasia di balik hembusan angin segar tersebut?
Banyak yang masih mengira bahwa air conditioner bekerja seperti kulkas yang memproduksi udara dingin dari luar, kemudian didistribusikan ke dalam ruang.

Padahal, AC justru tidak memproduksi udara dingin. Sistem ini justru bekerja dengan cara yang unik, yaitu dengan menyerap udara panas pada ruangan dan membuangnya keluar.
Melalui proses tersebut, secara teknis Freon AC akan bekerja untuk mengubah udara panas ruangan menjadi udara yang dingin.
Artikel ini akan membantu Anda memahami freon AC secara mendalam, mulai dari fungsi, jenis, hingga cara kerja.
Apa Itu Freon AC ?
Secara ilmiah, freon merupakan sebuah campuran senyawa kimia berbentuk fluida. Campuran ini bisa berupa gas maupun cairan, tergantung pada tekanannya.
Umumnya, cairan ini dirancang khusus dengan memiliki titik didih yang sangat rendah.
Dengan karakteristik thermal ini yang memungkinkan freon dapat menyerap energi panas dari udara yang ada pada ruangan, lalu dilepaskan kembali melalui rekayasa tekanan mekanis.
Fungsi-Fungsi Freon AC
Membuat suhu ruangan dingin, menjadi satu-satunya fungsi tak kasat mata dari freon ac yang dapat kita rasakan.
Berikut beberapa fungsi lain yang dapat Anda ketahui.
1. Media Absorpsi Termal
Fungsi utama freon ada pada unit indoor, tepatnya pada komponen yang biasa dikenal sebagai evaporator.
Freon sebagai media absorpsi thermal berfungsi untuk mengalirkan udara panas pada ruangan dengan melewati kisi-kisi evaporator.
Itu kenapa, freon secara masif akan menyerap energi panas, lalu energi panas akan dibuang ke area outdoor dan digantikan dengan energi dingin yang masuk ke dalam ruangan.
2. Media Transfer Energi Kalor
Setelah berhasil menyerap udara panas pada ruangan, freon akan bekerja sebagai kurir atau pengendara pengangkut.
Zat tersebut akan dialirkan melalui pipa tembaga yang menghubungkan unit indoor dan unit outdoor.
Lalu, freon akan membawa energi kalor tersebut ke area outdoor dengan melewati dinding-dinding ruangan tanpa tercecer.
3. Media Disipasi Panas
Setelah energi yang diserap oleh freon sampai ke unit outdoor, udara panas tersebut akan dibuang oleh freon ke lingkungan bebas sesuai dengan lokasi pemasangan unit outdoor.
Proses pelepasan kalor ini terjadi melalui komponen kondensor dengan bantuan kipas outdoor.
Pada bagian ini, freon akan melepaskan udara panas ke lingkungan bebas sebelum akhirnya mengembalikan udara dingin ke dalam ruangan.
Evolusi dan Jenis-Jenis Freon AC
Seiring dengan kesadaran global terhadap lingkungan, sistem pendingin ruangan juga terus mengevaluasi formulasi kimia pada freon.
Berikut ini jenis-jenis freon berdasarkan evolusinya yang perlu Anda ketahui.
1. Freon R22
Jenis R22 ini merupakan freon yang pertama kali hadir sebagai komponen pada sistem pendingin udara.
Hampir seluruh sistem pendingin ruangan menggunakan freon jenis ini. Sebab, tekanannya yang relatif rendah, tekanan yang stabil, dan harganya yang terjangkau.
Namun, freon jenis ini masuk ke dalam golongan HCFC (hydrochlorofluorocarbon). Senyawa pada freon ini mengandung atom klorin.
Yang mana, jika terjadi kebocoran, senyawa akan naik ke lapisan stratosfer dan akan memecah molekul ozon.
Berdasarkan dampak buruk yang disebabkan oleh freon R22, jenis ini resmi dilarang untuk diproduksi dan diperjual belikan.

2. Freon R410A
Jenis ini merupakan solusi dari jenis R22, berbeda dengan freon sebelumnya, R410A merupakan hasil dari campuran zeotropik dan senyawa HCFC (hydrochlorofluorocarbon).
Karena tidak lagi mengandung klorin, nilai ozon depletion potential (ODP) sudah masuk pada kategori aman.
Jenis freon ini umumnya digunakan pada sistem pendingin inverter. Sebab, karakteristik utama freon ini memiliki tekanan kerja yang jauh lebih tinggi.
Dengan tekanan yang tinggi, freon ini menuntut penggunaan pipa tembaga yang jauh lebih tebal saat proses instalasi AC.
Meskipun masuk pada kategori aman, freon jenis ini masih memiliki nilai global warming potential (GWP) yang tinggi.

3. Freon R32
Ditemukan oleh produsen air conditioner terbesar dari Jepang, freon jenis ini justru menjadi standar utama dan menjadi salah satu yang paling direkomendasikan untuk digunakan.
Freon ini hadir untuk mengoreksi kekurangan dari jenis freon sebelumnya. Berikut kelebihan freon jenis R32.
Pertama, nilai ozon depletion potential (ODP) pada freon jenis ini sudah nol. Sehingga jenis ini tidak akan merusak lapisan ozon.
Kedua, global warming potential (GWP) pada jenis ini cukup rendah. Dengan begitu, nilai potensi pemanasan global yang dihasilkan hanya sepertiga dari jenis sebelumnya dan masuk sebagai jenis freon yang ramah lingkungan.
Ketiga, efisiensi termal tinggi yang membuat freon R32 memiliki kapasitas yang jauh lebih baik dan membuat AC tidak bekerja terlalu berat saat mendinginkan ruangan.

Cara Kerja Freon
Apabila ingin memahami bagaimana freon dapat mengubah suhu ruangan, penting bagi Anda untuk memahami hukum termodinamika dasar terlebih dahulu.
Pada hukum termodinamika, ketika gas mengalami tekanan, maka akan suhu udara juga akan mengalami kenaikan.
Sebaliknya, apabila tekanan gas turun, suhu juga akan ikut mengalami penurunan.
Umumnya sistem pendingin akan memanfaatkan siklus tertutup. yang mana freon akan disirkulasikan secara terus menerus melalui empat komponen utama, yaitu unit indoor, unit outdoor, kondensor, dan katup ekspansi.
Untuk mempermudah Anda memahami tahapan freon, berikut penjelasannya dari setiap prosesnya.
1. Unit Indoor
Pada tahap ini, freon yang masuk ke dalam pipa-pipa kapiler evaporator akan masuk berwujud cairan dengan suhu yang relatif rendah.
Ketika udara panas pada ruangan ditiup oleh kipas evaporator, cairan freon akan menghisap udara tersebut dan mengalami penguapan.
2. Unit Outdoor
Unit outdoor ini bisa dikatakan sebagai jantung dari sistem AC yang biasa kita kenal sebagai kompresor. Sebab, udara panas dari indoor tadi akan mengalir ke outdoor untuk dibuang ke lingkungan bebas.
Sesuai namanya, kompresor ini akan mengompres gas freon yang bertekanan rendah. Sehingga molekul gas tersebut perlahan akan memberikan tekanan yang semakin tinggi dan mengubah udara menjadi semakin panas.
3. Kondensor
Lalu, gas bertekanan tinggi dan panas tadi akan mengalir melalui pipa-pipa kondensor pada unit outdoor.
Suhu panas yang diciptakan dari tekanan tersebut, akan membuat kipas kondensor berputar semakin kencang dan akan mendinginkan pipa secara perlahan untuk menciptakan udara dingin ke ruangan.
4. Katup Ekspansi
Sebelum udara kembali ke unit indoor untuk memberikan udara dingin, tentu akan melewati katup ekspansi terlebih dahulu.
Komponen ini memiliki lubang yang sempit yang bertugas untuk membatasi aliran freon dan membuat tekanan menjadi semakin menurun, sehingga cairan akan berubah menjadi semakin dingin.
Dengan begitu, cairan dingin tersebut siap untuk masuk ke dalam ruangan dan menyerap udara panas kembali pada ruangan.
Tanda-Tanda Freon Mengalami Kerusakan
Sebagai pengguna air conditioner, Anda perlu memiliki kepekaan terhadap kondisi kesehatan sistem pendingin ruangan.
Freon memiliki sifat yang tidak mencolok karena cara kerjanya yang mengalir melalui saluran pipa.
Dengan begitu, kemampuan untuk mendeteksi kebocoran tentu menjadi hal yang sangat penting.
Biasanya AC yang mengalami kebocoran akan mengirimkan sinyal terlebih dahulu. Untuk mempermudah Anda, berikut tanda-tanda akurat untuk memahami sistem pendingin yang mengalami kebocoran freon.
1. Kemampuan AC untuk Mendinginkan Ruangan Menurun
Penurunan dari kemampuan air conditioner saat mendinginkan ruangan menjadi tanda pertama yang paling mudah untuk Anda rasakan.
Jika umumnya sistem pendingin mampu mendinginkan ruangan dengan cepat, saat mengalami kebocoran justru hal sebaliknya yang terjadi.
Bahkan hembusan angin yang keluar bisa saja hanya terasa seperti kipas biasa.
Secara teknis, hal ini tentu terjadi karena volume freon yang tersisa sudah tidak mampu lagi untuk menarik udara panas pada ruangan dengan maksimal.
2. Munculnya Fenomena Bunga Es Pada Pipa
Pernahkah Anda melihat adanya lapisan es seperti salju yang menempel pada pipa tembaga indoor? Fenomena ini biasa dikenal sebagai frosting.
Namun, kondisi seperti ini biasanya masih banyak yang mengira bahwa AC justru bekerja lebih maksimal dalam mendinginkan ruangan.
Padahal, pada saat freon mengalami kebocoran, tekanan pada pipa akan mengalami penurunan.
Penurunan yang tidak normal ini tentu akan menyebabkan suhu permukaan pipa tembaga anjlok hingga pada titik beku.
Akibatnya, kelembapan dan uap air pada udara akan menyentuh pipa dan membentuk menjadi bongkahan es.
3. Tagihan Listrik Meningkat
Ketika sistem pendingin mulai kekurangan freon, sensor suhu (thermostat) pada unit indoor akan membaca suhu ruangan yang tidak mampu mencapai target dingin sesuai keinginan Anda pada remot.
Akibatnya, modul elektrik pada AC akan terus memberikan perintah pada kompresor unit outdoor untuk terus bekerja lebih keras.
Semakin besar kerja pada kompresor tentu akan tanpa adanya istirahat, tentu akan terus menyedot energi listrik secara lebih brutal.

Berdasarkan artikel diatas, freon AC merupakan elemen penting sebagai penopang seluruh kenyamanan termal saat ini.
Dengan mengetahui cara kerja freon dan jenis-jenis freon tentu tidak hanya akan menambah wawasan kita. Namun, akan meningkatkan kita untuk lebih peduli dalam merawat sistem pendingin di rumah.
Untuk memastikan freon AC bekerja secara maksimal, penting untuk Anda menerapkan dua hal, sebagai berikut.
- Lakukan pencucian secara rutin, jika perlu buatkan jadwal pencucian. Sehingga kinerja sistem pendingin menjadi lebih optimal.
- Pastikan Anda memilih sistem pendingin yang sudah ramah lingkungan yang tentu sudah menggunakan freon R32.
Selain itu, penting untuk Anda memilih teknisi bersertifikat sehingga pada saat proses pemasangan tentu akan sesuai standar.
Dengan memilih Prima Jaya AC sebagai kontraktor, Anda akan mendapatkan garansi untuk maintenance unit dan instalasi.
Sehingga biaya yang akan Anda keluarkan Menjadi jauh lebih terjangkau.
WA: +62 811 994 884
Email: sales.primajayaac@gmail.com
