Sistem AC untuk Clean Room, Kenapa Tidak Bisa Menggunakan AC Biasa
Banyak yang masih berfikir bahwa kebutuhan untuk fasilitas produksi dapat menggunakan AC Split.
Padahal ruang produksi untuk laboratorium, produksi farmasi, hingga ruang operasi memiliki standar yang lebih kompleks dari mengontrol suhu udara yang nyaman.
Kesalahan dalam memilih sistem AC untuk clean room tentu dapat memberi pengaruh kegagalan produksi dan secara fasilitas tentu tidak sesuai dengan standar clean room itu sendiri.
Artikel ini akan membahas mengapa sistem AC untuk clean room tidak dapat menggunakan air conditioner biasa, komponen apa saja yang perlu ketahui, serta kesalahan apa saja yang sering terjadi sebelum pemilihan sistem AC.

Mengapa Clean Room Berbeda Dengan Ruang Lain?
Pada umumnya, clean room dirancang untuk mengontrol partikel yang ada di udara pada tingkat yang sangat rendah. Berdasarkan standar internasional ISO 14644-, yang mana ada klasifikasi mulai ISO Class 1 hingga Class 9.
Dengan adanya tata ruang yang baik, maka sistem air conditioner akan menyapu, menyaring, dan menggantikan partikel-partikel kotor agar tidak mengendap. Dalam mencapai kondisi tersebut, sistem harus mampu mengatur empat parameter.
Pertama, jumlah partikel pada udara melalui filtrasi bertingkat dengan HEPA filter.
Kedua, pastikan pengaturan suhu pada 20-24 derajat Celcius dengan pengawasan ketat.
Ketiga, Jaga kelembapan relatif pada 45 hingga 55 persen. Sebab, ruangan yang terlalu lembap akan memicu terjadinya korosi.
Keempat, buat tekanan ruang untuk mengatur udara agar dapat mengalir dari ruangan yang paling bersih menuju area yang kotor.
Sistem AC Penting pada Clean Room
Banyak orang masih mengira bahwa sistem air conditioner hanya berfungsi sebagai pendingin ruangan saja.
Padahal, pada clean room, sistem pendingin ruangan jadi salah satu komponen penting dalam menentukan kualitas udara ruangan.
Sebab, udara yang masuk ke dalam ruangan perlu melewati penyaringan, baru akan mendistribusikan ke dalam ruangan dengan lebih merata dengan aliran tertentu, tujuannya untuk menghindari partikel mengendap ke area produksi.
Suhu dan kelembapan ruangan juga perlu diatur sedemikian rupa. Sebab, keduanya dapat menentukan proses produksi hingga kualitas produk yang tentu akan membawa kerugian.
Oleh karena itu, sistem HVAC pada clean room lebih fokus untuk menjaga kualitas lingkungan, bukan hanya sebagai pendingin ruangan.
Perbedaan AC Biasa dan Sistem HVAC Clean Room
Sebagian orang masih mengira bahwa sistem pada clean room merupakan air conditioning dengan menggunakan kapasitas yang besar.
Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang tidak hanya berdasarkan seberapa besar kapasitasnya, namun ada perbedaan lain, seperti tujuan penggunaan, cara kerja, hingga pada kemampuan dalam menjaga kualitas udara ruangan.
Mudahnya seperti ini, jika air conditioner hanya berfokus pada kenyamanan Anda saat di dalam ruangan.
Sedangkan sistem HVAC, punya fungsi lebih dari sekedar memberi kenyamanan ruangan, tetapi pada ruang clean room sistem ini punya peran penting dalam menjaga kualitas produksi, penelitian, hingga proses pengujian untuk menghindari resiko adanya kontaminasi partikel tak kasat mata.
Komponen Sistem AC Pada Clean Room
Sistem HVAC clean room memiliki beberapa komponen dengan fungsi yang berbeda-beda, namun semua komponen bekerja secara bersamaan dalam menjaga kualitas udara tetap stabil.
1. Air Handling Unit (AHU)
Air Handling ini bisa dikatakan sebagai jantung dari sistem HVAC clean room, sebab komponen ini memiliki tugas mengelola udara sebelum mendistribusikan ke ruangan.
Pada AHU udara mengalami beberapa proses, seperti penyaringan, pendinginan atau pemanasan, pengaturan kelembapan, dan dan penyesuaian volume udara.
Itu mengapa, kapasitas AHU pada clean room perlu sesuai dengan luas ruangan, tinggi aktivitas, hingga klasifikasi ruangan.
2. Pre Filter, Medium Filter, dan HEPA Filter
Sebagai ruangan yang punya SOP tinggi, proses penyaringan pada clean room terdapat tiga tahapan.
Pertama, Pre Filter yang berfungsi menangkap debu yang punya ukuran besar untuk menjaga komponen berikutnya tidak mudah kotor.
Kedua, Medium Filter ini sebagai penyaring kedua yang menyaring debu dari Pre Filter.
Ketiga, HEPA Filter merupakan filter dengan efisiensi yang sangat tinggi, sehingga mampu mendeteksi partikel tak kasat mata.
3. Sistem Ducting
Komponen ini merupakan jalur distribusi udara pada sistem AHU ke beberapa ruangan secara sekaligus.
Berbeda dengan AC biasa, ducting pada clean room dirancang agar materialnya tidak mudah korosi.
4. Diffuser dan Return Air Grille
Komponen ini merupakan lubang yang ada pada sisi plafon untuk mengeluarkan udara pada ruangan. Dengan adanya komponen ini, distribusi udara ke ruangan menjadi lebih merata.
5. Sistem Kontrol
Pada HVAC modern sudah memiliki sensor yang mampu mendeteksi suhu, kelembapan, tekanan udara, hingga performa filter.
Dengan adanya sistem kontrol, parameter tersebut akan memantau secara realtime, sehingga dapat mendeteksi apabila ada area yang mengalami error.
Tips Memilih Sistem AC pada Clean Room
Penyebab kegagalan clean room dalam memenuhi standar kebersihan umumnya karena kesalahan dalam memilih sistem HVAC, bahkan meskipun bangunan telah menggunakan material dengan kualitas tinggi.
Untuk menghindari kesalahan semacam ini, berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum menentukan sistem HVAC.
Sesuaikan Klasifikasi Clean Room
Setiap industri tentu memiliki standar tersendiri. Semakin tinggi klasifikasi clean room, tentu akan semakin kompleks sistem filtrasi yang perlu digunakan.
Oleh karena itu, memilih sistem HVAC perlu perencaan sejak awal dengan menyesuaikan standar kebutuhan, bukan hanya berdasarkan luas ruangan.
Hitung Beban Pendingin
Dalam menghitung beban pendingin tidak hanya berdasarkan ukuran ruangan. Perancangan ini perlu menghitung dari jumlah pekerja, alat produksi, hingga pencahayaan ruangan.
Dengan perhitungan yang tepat, maka sistem akan lebih bekerja secara optimal dalam menjaga kualitas udara ruangan.
Pilih Kontraktor Berpengalaman
Pemasangan sistem AC pada clean room membutuhkan pemahaman yang tinggi terhadap mekanikal, distribusi udara, hingga validasi performa sistem.
Gunakan kontraktor seperti Prima Jaya AC yang sudah dipercaya berbagai client dalam memberikan kualitas udara ruangan yang baik.
Perbedaan sistem air conditioner dengan clean room tidak hanya berdasarkan kapasitas saja, melainkan secara fungsi kedua tentu sangat berbeda. Sebelum pemasangan sistem AC pada clean room, Anda perlu memperhatikan beberapa hal, seperti AHU, filter, hingga sistem kontrol.
WA: +62 811 994 884
Email: sales.primajayaac@gmail.com
