Informasi

Jangan Service AC! Ini Umur Ideal Untuk Ganti AC

Lonjakan suhu panas yang sedang melanda beberapa wilayah di Indonesia saat ini tentu mempengaruhi aktivitas sehari-hari. Di tengah cuaca yang panas, ruangan AC bisa menjadi solusi untuk tetap menjaga kenyamanan agar aktivitas dapat berjalan dengan optimal. Namun, kenyamanan tersebut juga bergantung dengan seberapa optimal kinerja AC. Karena performa usia dari AC yang lama tentu akan semakin menurun. Oleh sebab itu, kamu perlu memperhatikan kapan harus ganti AC untuk tetap menjaga suhu ruang yang nyaman.

Terkait hal itu, artikel ini dapat membantu kamu menentukan berapa usia ideal untuk mengganti AC di ruangan kamu.

Usia AC pada umumnya

Secara umum, AC memiliki umur 5 hingga 10 tahun pemakaian. Selama 5-10 tahun AC akan memberikan kinerja dengan optimal. Indonesia yang merupakan wilayah dengan cuaca panas yang cukup tinggi, membuat AC mudah mengalami penurunan performa. Akan tetapi, hal itu juga tergantung dengan beberapa faktor ini, seperti:

Intensitas pemakaian

Pemakaian AC yang ideal ada di kisaran 12 hingga 16 jam perhari. AC yang digunakan secara berlebihan akan memberikan beban sehingga membuat performa AC menjadi cepat menurun.

Maintenance AC secara berkala

Menjaga performa AC juga dapat kamu lakukan dengan melakukan maintenance secara berkala. Secara teknis, waktu untuk maintenance AC sekitar 1 sampai 3 bulan.  Ini merupakan batas ideal agar performa AC dapat tetap terjaga.

Stabilitas tegangan listrik

Tegangan listrik yang tidak stabil akan merusak komponen-komponen yang terdapat pada AC. Untuk AC modern seperti jenis inverter sangat membutuhkan tegangan listrik yang stabil. Pada saat tegangan listrik rendah, AC akan bekerja semakin berat untuk tetap mempertahankan performa pendinginan yang maksimal. Sebaiknya, gunakan stabilizer untuk tetap menjaga aliran tegangan listrik agar dapat menjaga kinerja AC.

Kualitas AC tidak sesuai kebutuhan ruang

Penting untuk kamu pahami, setiap jenis AC memiliki teknologi dan material yang berbeda. Itu kenapa, setiap luas ruangan punya kebutuhan masing-masing. Kesalahan pemilihan AC yang tidak sesuai, membuat kinerja AC menjadi kurang maksimal. Perbedaan ini yang dapat memberi daya tahan produk satu dengan produk yang lain, meskipun dipasang di ruangan yang sama. Untuk AC berkualitas kamu bisa pilih merek Daikin, Gree, Midea, Flife, dan Samsung.

Ingat, ini tanda kamu harus ganti AC!

Kebanyakan orang tetap menggunakan AC meskipun performanya sudah menurun. Alasannya selalu didasarkan pada biaya. Kali ini, kamu perlu tahu tanda-tanda kalo AC kamu sudah masuk ke masa pergantian.

Usia AC lebih dari 10 tahun

Usia AC akan mempengaruhi performa menjadi semakin menurun. AC di usia ini tentu sudah memikul beban berat untuk mendistribusikan udara di ruangan. akibatnya banyak komponen AC sudah tidak dapat bekerja dengan maksimal. Itu kenapa AC yang usianya sudah lebih dari 10 tahun, sering kali mengalami kerusakan dibeberapa titik, seperti kebocoran freon dan evaporator AC, outdoor mudah panas, hingga ketahanan kompresor yang semakin lemah. 

Tagihan listrik mulai mengalami pembengkakan

Selanjutnya, AC dengan usia yang sudah terbilang tua akan mempengaruhi tegangan listrik sehingga memberi dampak pada melonjaknya tagihan listrik. Hal ini disebabkan selain karena tertinggalnya teknologi yang terdapat pada AC, kinerja komponen yang semakin berat juga menjadi faktor utama.

Tingkat kerusakan intens dan harus service berkali-kali

Kerusakan yang intens pada AC tentu akan banyak merogoh isi dompet. Apalagi jika biaya service semakin membengkak. Berikut kisaran biaya service AC di Indonesia:

Jenis PerbaikanEstimasi
Isi ulang freon275.000 – 450.000
Bongkar AC175.000 – 250.000
Vaccum AC150.000 – 350.000
Overhaul (bongkar penuh)450.000 – 750.000
Ganti kapasitor275.000 – 375.000
Perbaikan pipa bocor100.000 – 550.000

Estimasi biaya perbaikan AC pada tabel di atas kami ambil dari beberapa sumber, ini bisa menjadi acuan kamu untuk mulai memilih untuk membeli AC baru. Sebab, dengan biaya mulai 3.000.000 kamu bisa mendapatkan AC dengan tipe terbaru yang sudah dibekali dengan teknologi terbaru.

Masih menggunakan freon jadul (R22)

Setiap tahun teknologi selalu memberikan gebrakan baru, salah satunya teknologi yang terdapat pada AC. Saat ini, secara keseluruhan AC sudah meng-upgrade teknologi freon dari R22 menjadi R32. Freon jadul tentu belum dibekali teknologi yang berfokus pada penghematan daya listrik. jika AC kamu masih menggunakan freon R22, kamu bisa mendapatkan AC model terbaru di Prima Jaya AC dengan berbagai pilihan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan kamu.

AC baru vs AC lama, Mana yang lebih menguntungkan?

Melihat perkembangan dari tahun ke tahun, brand-brand AC mulai memberikan persaingan yang semakin signifikan. Bahkan, banyak brand baru bermunculan untuk mengikuti persaingan di pasar bebas. Pengembangan teknologi dan komponen yang ditawarkan juga semakin melimpah, seperti teknologi inverter yang membantu dalam efisiensi daya, freon R32 yang menawarkan distribusi suhu yang lebih cepat, dan desain yang semakin minimalis. Sehingga ruangan tetap terlihat aesthetic. Selain itu, untuk AC baru juga menawarkan garansi kompresor hingga garansi sparepart dan service.

Berbeda dengan AC baru yang sudah dibekali dengan teknologi modern dan komponen yang lebih efisien. AC lama secara komponen tentu sudah terbatas, teknologi yang semakin tertinggal, dan konsumsi listrik yang jauh lebih besar. Secara harga AC lama mungkin akan jauh lebih murah. tetapi, secara ketahanan juga tentu tidak akan sebaik dengan AC yang sudah dibekali dengan teknologi terbaru.

Pada akhirnya, memilih untuk tetap mempertahankan AC lama dengan mengganti ke AC baru tetap perlu menyesuaikan kebutuhan kamu. Akan tetapi, dengan mengganti AC yang baru artinya kamu sudah menginvestasikan tata ruang udara dan kesehatan untuk jangka waktu yang panjang. Prima Jaya AC bisa memberikan kamu pilihan yang tepat untuk AC ruangan kamu.