Informasi, Tips and Trick

PCB Board AC dari Fungsi, Tanda kerusakan, Hingga Solusi Perbaikannya

AC yang sering mati secara tiba-tiba hingga lampu indikator berkedip masih banyak yang  sering mengaitkan dengan kerusakan pada kompresor AC. Padahal, banyak faktor yang bisa dijadikan tolak ukur untuk melihat masalah tersebut. Bisa jadi, penyebab utamanya berasal dari PCB AC yang bermasalah.

PCB Sebagai komponen penting dalam sistem pendinginan, anda perlu memahami fungsi, tanda kerusakan, hingga bagaimana solusi perbaikannya. Artikel ini akan menjelaskan hal tersebut untuk mencegah kerusakan Printed Circuit Board yang tentu dapat membantu AC anda punya usia yang lebih panjang.

Apa Itu PCB AC?

Printed Circuit Board atau yang biasa dikenal PCB, merupakan komponen yang terdapat pada mesin pendingin sebagai pusat kontrol ke sistem AC. Printed Circuit Board bisa di sebut juga sebagai otak Air Conditioning, karena proses pendinginan ruangan hingga pengaturan sistem dijalankan melalui PCB.

Pada Air Conditioning modern, PCB punya fungsi untuk menerima sinyal dari remote, membaca sensor suhu, dan mengatur kapan kipas dan kompresor AC harus bekerja. Secara fisik, PCB punya bentuk seperti papan elektronik yang dipenuhi jalur elektronik seperti resistor, relay, kapasitor, dan IC. 

Fungsi PCB AC

Punya peran penting sebagai komponen AC yang dapat mengendalikan seluruh aktivitas sistem pada AC. Tanpa PCB kinerja Air Conditioning tidak akan mampu bekerja secara otomatis, stabil, hingga efisien. Berikut ini penjelasan mendalam fungsi PCB .

Mengontrol Seluruh Operasional AC

Fungsi utama Printed Circuit Board adalah mengatur seluruh sistem AC secara otomatis. Bekerja layaknya otak yang mampu menerima informasi, memproses data, lalu memberikan perintah ke berbagai sistem yang ada pada AC. Beberapa poin merupakan bagaimana PCB bekerja ke setiap sistem saat anda mulai menghidupkan AC dengan remote.

  • Mengaktifkan sistem indoor
  • Menjalankan kipas evaporator
  • Menghubungkan arus ke outdoor
  • Mengatur kinerja kompresor
  • Terakhir, menyesuaikan suhu pendingin AC

Dari poin-point diatas, PCB mampu mengatur setiap sistem hanya dalam waktu 1 detik. itu mengapa, Air Conditioning tanpa PCB tidak akan mampu punya kinerja yang optimal saat proses mendinginkan ruangan.

Mengatur Kinerja Kompresor

Sebagai komponen utama untuk mengatur sistem, PCB mengatur kinerja kompresor pada saat pendinginan suhu ruang. dengan adanya PCB, kompresor dapat bekerja lebih optimal, mulai dari kapan kompresor harus menyala dan berhenti, seberapa lama kompresor perlu bekerja, hingga bagaimana arus listrik dapat berjalan lebih stabil saat menuju kompresor.

Mengontrol Kipas Indoor dan Outdoor

Pada hal ini, PCB berfungsi mengatur kipas baik indoor maupun outdoor. Di indoor PCB mengatur kecepatan distribusi angin, swing otomatis, hingga ke mode fan pada Air Conditioning. Kemudian di Outdoor, yang dapat membantu putaran kipas kondensor, pendingin kompresor, hingga stabilitas suhu outdoor. Karena itu, Dengan adanya PCB kipas dapat bekerja secara otomatis dengan menyesuaikan suhu ruangan.

Membaca Data Sensor Suhu

PCB akan bekerjasama dengan sensor thermistor untuk membaca suhu ruangan dan evaporator. Sensor thermistor ini akan secara terus menerus mengirimkan data ke Printed Circuit Board untuk membandingkan suhu aktual dengan settingan yang anda gunakan saat menyalakan AC, menyesuaikan kinerja kompresor, dan mengatur kekuatan pendinginan ruang.

Menjaga Konsumsi Listrik

Air Conditioner modern yang dapat dilengkapi dengan teknologi inverter membutuhkan PCB untuk mengoptimalkan kinerja mesin pendingin yang dapat menghemat listrik. Namun, AC non Inverter tetap menggunakan PCB untuk mengoptimalkan efisiensi listrik, meskipun tidak akan sehemat inverter. Jika anda sedang mencari AC inverter,Prima Jaya AC jadi dealer resmi terpercaya untuk AC berkualitas.

Tanda PCB Rusak

Kerusakan yang terjadi pada PCB AC sulit anda kenali karena punya gejala yang mirip dengan komponen lain. Dibawah ini penjelasan beberapa tanda kerusakannya.

AC Mati Total

Tanda ini menjadi yang paling umum terjadi sebagai tanda kerusakan PCB. Ketika PCB rusak semua sistem tidak akan berfungsi sama sekali. Biasanya kerusakan PCB disebabkan oleh jalur listrik PCB terbakar, fuse PCB putus, IC utama rusak, hingga konsleting yang terjadi akibat lonjakan listrik.

AC Tidak Dingin Meski Menyala

PCB yang mengalami kerusakan juga dapat membuat AC tetap menyala, namun distribusi udara menjadi tidak maksimal, sehingga suhu menjadi tidak dingin. Jika anda AC anda mengalami hal seperti ini, segera hubungi teknisi bersertifikat untuk memperbaiki kendala AC anda.

Suara AC Lebih Berisik dan Kinerja AC Tidak Stabil

Keluarnya suara berisik bisa disebabkan karena kerusakan pada PCB AC. Sebab, ketika PCB mengalami kerusakan, kerja sistem AC menjadi tidak normal. Salah satunya mode fan yang dapat berubah sendiri. Selain itu, kinerja AC yang tidak stabil dapat menguras arus listrik menjadi lebih besar.

Merawat PCB AC

Sebagai komponen yang dapat mengoptimalkan kinerja pada sistem AC, PBC punya sensitivitas yang berbeda dengan komponen lain. Kerusakan pada PCB tentu menjadi satu masalah yang punya biaya paling mahal dari komponen yang lain. Bahkan bisa mencapai hingga jutaan rupiah. 

Itu kenapa, perawatan PBC tidak bisa dianggap sepele. Perawatan yang baik, akan berdampak pada usia PBC yang jauh lebih panjang, Performa AC juga akan tetap stabil selama bertahun-tahun. Berikut penjelasan lengkap untuk merawat PCB AC.

Service Berkala

Service PCB secara rutin menjadi cara paling penting dalam merawat kualitas PCB tetap terjaga. Hal yang paling mudah untuk menjaga PCB selain membersihkan filter AC, bisa juga melakukan pengecekan setiap jalur komponen untuk memastikan tidak ada yang mengalami overheating.

Gunakan Stabilizer Aliran Listrik

Tegangan listrik yang tidak stabil bisa menjadi faktor yang merusak PCB AC. Karena itu, menggunakan stabilizer untuk menstabilkan arus listrik. Penggunaan Stabilizer dapat memperkecil kerusakan PCB akibat konsleting. Perlindungan ini sangat penting, terlebih untuk unit AC modern dengan teknologi inverter yang punya tingkat sensitif lebih besar.

Kurangi Menyalakan dan Mematikan AC 

AC yang sering di hidupkan atau matikan membuat tekanan pada PCB AC semakin besar. Hal ini bisa menjadikan komponen pada PCB menjadi cepat panas. Berikut cara penggunaan AC yang lebih baik untuk menjaga PCB.

  • Gunakan timer untuk menyesuaikan kapan waktu AC dapat menyala atau mati.
  • Atur suhu menyesuaikan kebutuhan suhu ruangan
  • Biarkan AC bekerja normal tanpa perlu restart secara berkala

Jaga Kebersihan Indoor dan Outdoor

Menjaga kebersihan juga merupakan salah satu upaya yang baik untuk merawat PCB AC. Ketika unit Indoor dan Outdoor bersih, partikel kotor seperti debu tidak akan banyak menempel pada filter, yang dapat membantu kinerja PCB menjadi optimal.

Penjelasan di atas bisa kamu jadikan panduan untuk menjaga AC hingga komponen yang ada di dalamnya. Dengan pemahaman yang baik tentang peran komponen yang ada pada AC, anda telah menjaga usia dan kinerja AC untuk digunakan dalam waktu yang lebih panjang.
Apabila AC di hunian anda sudah mengalami kerusakan yang cukup parah pada PCB, anda bisa mempertimbangkan untuk mengganti dengan unit terbaru yang tentu lebih modern secara teknologi dan perawatan yang jauh lebih mudah, ditambah garansi unit seperti service dan penggantian unit sehingga biaya yang anda keluarkan juga jauh lebih hemat. Untuk informasi terkait AC berkualitas, anda bisa berkonsultasi dengan tim expert Prima Jaya AC.

WA: +62 811 994 884
Email: sales.primajayaac@gmail.com