Informasi

Panduan Pasang AC yang Benar dari Survey hingga Testing

Pasang AC bukan hanya sekedar memasang unit indoor pada dinding maupun plafon dan unit outdoor di luar ruangan.

Ada beberapa tahapan yang perlu Anda perhatikan untuk memastikan sistem pendingin udara bekerja dengan optimal.

Pastikan Anda memahami untuk menentukan kapasitas AC hingga pengujian unit setelah instalasi selesai.

Sebab, kesalahan pada pemasangan yang kurang baik, tentu dapat mengurangi kinerja AC hingga membuat sistem pendingin mengalami kerusakan sebelum Anda gunakan.

Artikel ini akan membahas hingga tuntas panduan pasang AC yang benar.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Pasang AC?

Sebelum teknisi mulai melakukan pemasangan AC, ada beberapa hal yang perlu dipastikan terlebih dahulu. Tujuannya agar unit yang dipasang sudah sesuai dengan kebutuhan ruangan, sehingga proses instalasi dapat berjalan dengan baik.

  1. Menentukan kapasitas AC

Kapasitas AC perlu disesuaikan dengan kondisi bangunan. Luas ruangan memang menjadi pertimbangan, tetapi bukan satu-satunya.

Pertimbangan lainnya, yaitu mengukur tinggi plafon, paparan sinar matahari yang masuk ke ruangan, hingga aktivitas di dalam ruangan. 

  1. Menentukan posisi indoor dan outdoor

Posisi pemasangan unit indoor juga perlu mempertimbangkan arah distribusi udara, akses maintenance, serta jalur pipa dan drainase.

Begitu juga dengan unit outdoor, unit outdoor membutuhkan sirkulasi udara yang cukup untuk membuang panas. 

Selain itu, untuk lokasi outdoor pun perlu dipasang pada area yang mudah dijangkau oleh teknisi, sehingga proses maintenance kedepan menjadi lebih mudah.

  1. Memeriksa jalur instalasi

Sebelum pemasangan AC dimulai, teknisi juga perlu menentukan jalur pipa refrigerant, drainase, kabel listrik, hingga kebutuhan instalasi lainnya.

Perencanaan jalur yang baik sejak awal akan mempengaruhi proses pengerjaan instalasi.

  1. Site Survey

Untuk pemasangan AC terutama pada bangunan kantor, restoran, toko, dan gedung, site survey menjadi tahap yang penting.

Site survey ini merupakan proses pengecekan kondisi lokasi sebelum masuk pada proses instalasi.

Tahapan Pasang AC yang Benar

Setelah kebutuhan dan kondisi lokasi diketahui, proses pemasangan AC dapat dilakukan. Secara umum, untuk instalasi sendiri terdapat beberapa tahapan.

  1. Pemasangan bracket indoor

Unit indoor ini perlu dipasang pada posisi yang memungkinkan udara dingin tersebar dengan baik ke dalam ruangan.

Namun, itu mengapa Anda perlu memastikan posisi bracket sudah terpasang dengan kokoh, sehingga posisi unit indoor tidak miring.

  1. Memasang pipa refrigerant

Outdoor memiliki fungsi penting dalam proses melepaskan panas dari sistem AC. Karena itu, lokasi pemasangannya perlu memiliki sirkulasi udara yang memadai.

Selain sirkulasi, teknisi juga mempertimbangkan kekuatan dudukan yang bertujuan untuk mengurangi getaran saat unit menyala. 

Selain itu, menempatkan unit outdoor di ruangan yang terlalu sempit tanpa sirkulasi udara yang baik dapat mengganggu pelepasan panas dan mempengaruhi kinerja sistem.

  1. Memasang drainase AC

Saat AC bekerja, pipa drainase memiliki peran yang sangat penting untuk mengalirkan udara keluar ruangan.

Itu kenapa, pemasangan jalur drainase perlu direncanakan dengan baik sehingga udara mengalir dengan baik.

Selain itu, setelah proses pemasangan selesai, saluran perlu diperiksa dengan baik untuk mengurangi resiko kebocoran.

  1. Memasang kabel dan kebutuhan kelistrikan

Sistem pendingin tentu membutuhkan tegangan listrik yang sesuai dengan spesifikasi unit. Karena itu, kelistrikan juga perlu Anda perhatikan dengan baik.

Terlebih untuk pemasangan AC dengan jumlah yang banyak atau pada bangunan komersial, baik untuk memperhitungkan kebutuhan listrik sejak awal perencanaan. 

  1. Melakukan vakum pada sistem

Setelah semua jalur pipa sudah terpasang, salah satu tahapan penting sebelum sistem pendingin digunakan yaitu proses vakum.

Vakum dilakukan untuk membantu mengeluarkan udara dan kelembapan yang terdapat pada unit AC sebelum beroperasi.

Sebagai owner Anda perlu memastikan kepada teknis untuk melakukan proses vakum setelah instalasi sudah selesai. Sehingga saat Anda mengoperasikan sistem pendingin dapat bekerja sesuai dengan kondisi yang direncanakan.

  1. Melakukan testing dan commisioning

Setelah instalasi dan setiap proses dilakukan dengan tepat, pekerjaan belum benar-benar selesai. 

Kami sebagai kontraktor AC selalu melakukan proses testing setiap unit yang sudah terpasang.

Tujuannya agar unit dapat beroperasi dengan baik sesuai keinginan klien, sehingga saat proses serah terima klien tidak khawatir untuk kendala yang terjadi pada unit.

Selain itu, Prima Jaya AC akan memberikan garansi untuk instalasi selama 1 tahun. Artinya selama ada kerusakan pada jalur instalasi, tim expert kami akan segera melakukan pengecekan untuk proses perbaikan instalasi.

Cara Mengetahui Instalasi Sudah Tepat

Mengetahui instalasi sudah dilakukan dengan benar tentu tidak bisa dilihat pada satu hal saja, seperti “AC sudah dingin atau AC dapat menyala dengan baik”.

instalasi yang baik perlu melewati beberapa pengujian dengan aspek teknis, sebab unit AC bekerja sebagai satu rangkaian yang saling terhubung antara unit indoor, outdoor, pipa refrigerant, drainase, dan jalur kelistrikan.

Catat poin-poin ini untuk Anda dapat memastikan instalasi sistem pendingin yang dikerjakan oleh teknisi sudah dilakukan dengan benar.

  • Performa pendinginan sesuai kapasitas ruangan
  • Aliran udara dari indoor merata
  • Tidak ada kebocoran air dari unit indoor
  • Tidak ada suara atau getaran yang tidak normal
  • Kondisi pipa refrigerant terpasang rapi dan terisolasi
  • Sistem drainase berfungsi dengan baik
  • Proses vacuum sudah dilakukan sebelum AC dijalankan
  • Sistem kelistrikan aman dan stabil

Pasang AC untuk Rumah vs Kantor dan Gedung

Pemasangan AC pada rumah, kantor, hingga gedung komersial pada dasarnya memiliki prinsip yang sama, yaitu memastikan sistem pendingin dapat bekerja dengan baik.

Namun pada prakteknya, tingkat kompleksitas, kebutuhan teknis, serta pendekatan untuk melakukan proses instalasinya tentu memiliki perbedaan.

Hal tersebut bergantung pada jenis bangunan dan fungsi ruangan yang akan dipasang sistem pendingin.

Perbedaan ini sangat penting untuk dipahami, sebab kesalahan untuk menentukan sistem atau metode instalasi dapat berdampak langsung pada performa AC, efisiensi energi, hingga biaya operasional untuk jangka panjang.

  1. Pasang AC untuk Rumah

Pada rumah tinggal, sistem AC yang paling umum digunakan adalah split wall atau yang biasa Anda kenal sebagai sistem yang terpasang di dinding.

Instalasi pada rumah tinggal biasanya lebih standar karena jumlah unit yang dipasang relatif lebih sedikit dan jarak antara setiap komponen tidak terlalu jauh.

Meskipun terlihat sederhana, namun proses instalasi tetap harus memperhatikan hal teknis seperti pemasangan unit indoor, arah hembusan udara, serta pembuangan air kondensasi.

  1. Pasang AC untuk Kantor

Pemasangan AC untuk kantor tentu memiliki tingkat kompleksitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan pemasangan untuk rumah.

Hal ini tidak hanya disebabkan oleh jumlah ruangan saja, tetapi juga berdasarkan aktivitas yang tentu jauh lebih tinggi.

Beberapa hal ini membedakan jumlah unit AC yang terdapat pada kantor.

  • Pembagian zona ruangan 
  • Jumlah unit lebih banyak
  • Jenis AC lebih bervariasi
  • Perencanaan jalur instalasi lebih kompleks
  • Beban listrik lebih besar

Pada kantor, kesalahan pada perencanaan AC bisa berdampak pada kenyamanan ruangan karena distribusi udara yang tidak merata, sehingga konsumsi listrik menjadi lebih besar.

Karena itu, proses site survey menjadi sangat penting untuk menghitung beban pendingin yang dibutuhkan sebelum instalasi dilakukan.

  1. Pasang AC untuk Gedung

Pemasangan AC pada gedung merupakan level yang paling kompleks karena melibatkan sistem pendingin dengan skala yang jauh lebih besar.

Biasanya sistem pendinginan untuk gedung banyak menggunakan satu sistem yang mampu terpusat langsung ke beberapa ruangan.

Berikut beberapa sistem yang sering digunakan gedung.

  • VRV/VRF (Variable Refrigerant Volume/Flow)
  • Chiller system
  • AHU (Air Handling Unit)
  • Ducting system skala besar

Pada gedung, kesalahan pada proses instalasi tentu akan berdampak hingga ke banyak ruangan, tetapi bisa mempengaruhi seluruh sistem pendinginan.

Karena itu, tahap dari proses engineering, perencanaan, dan commissioning menjadi tahap yang sangat krusial. 

FAQ Seputar Pasang AC

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk pasang AC?

Durasi pemasangan bergantung pada jumlah unit, jenis AC, kondisi lokasi, panjang jalur pipa, akses instalasi, serta tingkat kompleksitas pekerjaan.

Apakah AC harus di-vacuum setelah pemasangan?

Vakum merupakan bagian penting dari persiapan sistem sebelum AC dioperasikan. Proses ini membantu mengeluarkan udara dan kelembapan dari dalam unit sistem.

Kenapa AC baru dipasang tetapi tidak dingin?

Penyebabnya bisa beragam, mulai dari kapasitas yang tidak sesuai, posisi pemasangan, jalur refrigeran, hingga masalah pada proses instalasi. Karena itu, pemeriksaan instalasi perlu dilakukan sebelum menyimpulkan bahwa unit AC mengalami kerusakan.

Apakah pemasangan AC untuk kantor berbeda dengan rumah?

Bisa berbeda. Kantor biasanya memiliki jumlah unit, kebutuhan pendinginan, pembagian area, dan jalur instalasi yang lebih kompleks dibandingkan rumah.

Kesimpulan

Pasang AC bukan hanya tentang memasang unit indoor dan unit outdoor. Instalasi yang baik selalu dimulai dari proses survey terlebih dahulu dan diakhiri dengan proses testing.

Bagi kami setiap bangunan tetap memiliki proses instalasi yang kompleks dan perencanaan yang lebih matang.

Untuk kebutuhan rumah tinggal, kantor dan gedung, Prima Jaya AC dapat membantu merencanakan proses instalasi berdasarkan kondisi bangunan dan sistem pendingin yang digunakan.

Jika Anda memiliki kebutuhan untuk pemasangan AC, Konsultasikan kebutuhan instalasi AC Anda dengan menghubungi kontak tim kami.

WA: +62 811 994 884

Email: sales.primajayaac@gmail.com.