Informasi, Tips and Trick

Memilih AC Komersial untuk Restoran Konsep Open Kitchen Agar Ruangan Tetap Nyaman

AC Komersial untuk Restoran

Di era modern seperti sekarang, konsep restoran open kitchen semakin populer karena mampu memberikan pengalaman berbeda saat pelanggan menyantap sajian masakan restoran. Selain sajian yang punya kualitas tinggi karena proses masaknya langsung disaksikan oleh pelanggan, interaksi secara langsung dengan chef jadi pengalaman tersendiri untuk pelanggan. Namun, membuat konsep open kitchen punya tantangan tersendiri. Berbeda dengan dapur rumah makan konvensional, pada konsep open kitchen dapur dan ruang makan pelanggan menjadi satu. Maka, konsep ini akan lebih membutuhkan ventilasi dan pendingin ruangan yang lebih besar untuk menjaga kenyamanan pelanggan. Dengan kebutuhan ventilasi yang banyak, pemilihan AC Komersial untuk restoran open kitchen perlu pendekatan yang lebih kompleks.

Dengan memilih sistem pendingin ruangan yang baik, distribusi udara yang dihasilkan mampu mengatasi masalah panas ruangan yang disebabkan oleh uap dari area dapur saat aktivitas memasak. Selain itu, pemilihan AC yang tepat juga mampu menjaga menghemat energi karena kinerja AC saat mendistribusikan udara sesuai dengan kebutuhan ruangan restoran open kitchen.

Restoran Open Kitchen Membutuhkan Sistem AC yang berbeda

Banyak pemilik usaha FnB menganggap kebutuhan pendingin ruangan untuk restoran sama dengan kebutuhan AC untuk coffee shop. Padahal setiap konsep punya kebutuhan sistem pendingin yang berbeda-beda. Terlebih untuk restoran open kitchen punya karakteristik aktivitas yang jauh lebih kompleks.

Area memasak pada konsep ini tentu jadi penghasil utama udara panas. Selain itu, tambahan panas dari aktivitas pelanggan, pencahayaan, dan alat elektronik yang ada di restoran. Bahkan, sering buka tutup saat pergantian pelanggan juga jadi pemicu panas udara ruangan. Itu mengapa, tanpa adanya sistem AC dengan perencanaan secara khusus, beberapa masalah ini akan sering terjadi:

  • Ruangan akan terasa panas meskipun AC menyala
  • Beban yang tidak sesuai, membuat tagihan listrik menjadi membengkak
  • Kapasitas yang tidak tepat juga akan mempengaruhi kinerja sistem pendingin yang tidak optimal karena paparan panas dari minyak

Dari masalah di atas, jika anda punya rencana membuat restoran dengan konsep open kitchen, Pikirkan kenyamanan udara ruangan yang baik dengan memilih AC yang tepat untuk menciptakan pengalaman terbaik pelanggan. Jika anda membutuhkan dealer dan kontraktor AC berkualitas, Segera konsultasikan kebutuhan AC restoran anda dengan tim Prima Jaya AC.

Tantangan Pendingin Udara Restoran Open Kitchen

Dengan penyajian yang dibuat secara langsung didepan pelanggan,secara konsep, restoran open kitchen punya daya tarik tersendiri karena mampu meningkatkan kepercayaan pelanggan. Namun, secara teknis bangunan, konsep ini justru menghadirkan tantangan yang cukup besar untuk menjaga kualitas suhu ruangan tetap terasa nyaman. Berikut ini, beberapa tantangan yang perlu diperhatikan saat anda merancang AC komersial untuk restoran open kitchen.

1. Panas dari Peralatan Memasak yang Terus Beroperasi

Penggunaan alat masak yang intens jadi tantang terbesar sistem pendingin ruangan. Sebab, semakin tinggi aktivitas memasak, maka akan semakin besar uap panas yang dihasilkan. Jika kapasitas AC tidak dirancang dengan matang di awal dengan mempertimbangkan peralatan memasak, suhu ruangan akan sulit untuk mencapai tingkat kenyamanan yang ingin dicapai.

2. Asap dan Partikel Minyak di Udara

Aktivitas memasak yang menghasilkan asap dan partikel minyak dari masakan pada restoran open kitchen membuat akan memberikan beban secara terus menerus pada AC. Akibatnya, AC tidak mampu menstabilkan udara di ruangan. Partikel minyak yang menjadi uap di udara dapat menimbulkan masalah pada AC, seperti filter AC mudah kotor karena partikel minyak menempel, Akibat partikel minyak yang menempel di filter, beberapa komponen AC seperti kondensor dan evaporator akan mudah kotor. Itu mengapa, kinerja sistem pendingin menjadi kurang efisien.

3. Frekuensi Buka-Tutup Pintu yang Tinggi

Restoran merupakan industri FnB yang punya aktivitas pengunjung yang cepat. Terutama untuk restoran konsep open kitchen, keluar masuk pelanggan akan jauh lebih tinggi. Pergantian pelanggan ini jadi salah satu tantangan sistem pendingin ruangan karena intensitas buka-tutup pintu akan jauh lebih tinggi. Dampaknya suhu ruangan semakin meningkat dan kelembapan di ruangan juga akan bertambah. Selain itu, seringnya aktivitas buka-tutup pintu restoran, membuat kinerja AC dalam menstabilkan udara di ruangan menjadi lebih lambat.

Jenis AC yang Tepat untuk Restoran Open Kitchen 

Restoran open kitchen selalu mengutamakan interaksi antara pelanggan dengan chef dalam menyajikan hidangan. Itu kenapa, dalam memilih AC untuk mendinginkan dan menstabilkan udara di ruangan, anda perlu perhitungan yang sangat matang. 

Sebagai pemilik usaha, anda perlu memahami jenis-jenis AC komersial untuk menghindari kesalahan dalam memilih AC. Dengan memilih sistem pendingin ruangan yang tepat, anda sudah menginvestasikan kenyamanan udara ruangan untuk jangka waktu yang panjang. Berikut ini beberapa jenis AC komersial yang dapat anda gunakan untuk restoran dengan konsep open kitchen.

1. AC Cassette

AC Cassette merupakan salah satu yang umum digunakan di restoran. Punya Desain yang minimalis membuat AC Cassette lebih menyatu dengan interior restoran. AC jenis ini juga punya unit outdoor yang dipasang di bagian plafon. AC Cassette punya beberapa jenis distribusi udara mulai dari 1-way, 2-way, 4-way, hingga distribusi udara dengan 360 titik.

2. AC Split Duct

Pada AC Ducting, sistem pendinginan ruangan menggunakan ducting atau saluran udara dalam mendistribusikan udara di ruangan. Pada sistem ini, Unit indoor terpasang tersembunyi di bagian plafon ruangan, sehingga mampu mendistribusikan udara ke berbagai ruangan yang ada di restoran.

3. AC VRF/VRV

Berbeda dengan dua jenis AC di atas, AC VRF/VRV merupakan AC dengan teknologi pendingin yang menggunakan teknologi canggih. Dengan menggunakan AC VRF/VRV anda dapat mendistribusikan udara ke berbagai ruangan dengan kapasitas bangunan besar. Sebab, sistem pendingin jenis ini mampu mengatur jumlah refrigerant ke setiap unit indoor berdasarkan kebutuhan suhu di setiap ruangan. Memasang sistem ini memang punya biaya yang lebih besar dari jenis lainnya. Namun, kenyamanan udara yang dihasilkan dapat dinikmati pelanggan untuk jangka waktu yang panjang.

Berdasarkan jenis AC di atas, berikut tabel yang dapat memudahkan anda dalam memilih jenis AC komersial untuk restoran open kitchen

Skala RestoranJenis Air Conditioner
Restoran KecilAC Cassette
Restoran MenengahAC Cassette atau Split Duct
Restoran PremiumSplit Duct
Restoran BesarAC Cassette atau Split Duct dengan Sistem VRF/VRV
Hotel RestoranAC Cassette atau Split Duct dengan Sistem VRF/VRV

Selain jenis AC di atas, untuk memastikan keberhasilan sistem pendingin restoran, terlebih restoran open kitchen anda juga perlu memastikan beberapa sistem lain terkait ventilasi, exhaust hood, hingga perhitungan panas ruangan juga perlu di perhatikan.

Dari artikel di atas, proses pemasangan AC untuk restoran perlu perencanaan yang baik sejak awal. Restoran dengan konsep open kitchen membutuhkan sistem pendingin yang tepat. Sebab, aktivitas pelanggan yang tinggi hingga intensitas memasak secara terus menerus, jika kapasitas AC tidak sesuai, hanya akan menambah beban distribusi udara dan merusak komponen AC. Prima Jaya AC sebagai dealer resmi dan kontraktor AC terpercaya, siap membantu masalah udara di ruangan anda.