Panduan Memeriksa Kondisi AC Saat Membeli Rumah Bekas
Membeli rumah bekas memang bisa menjadi pilihan yang lebih ekonomis dibanding membangun rumah dari awal.
Namun, sebelum Anda memutuskan untuk membeli, ada beberapa hal yang perlu Anda periksa selain kondisi bangunan, yaitu memeriksa kondisi AC.
Sebagai perangkat elektronik yang memiliki harga tidak murah, keberadaan AC tentu mempengaruhi harga bangunan.

Beberapa rumah bekas di Ujungberung dan kawasan elit Bandung Timur lainnya rata-rata sudah dilengkapi pendingin ruangan atau AC oleh pemiliknya yang lama.
Oleh karena itu, pastikan Anda sudah memeriksa terlebih dahulu apakah kondisi AC sudah dalam kondisi baik atau membutuhkan perbaikan agar terhindar dari biaya pengeluaran yang tak terduga setelah pembelian rumah.
Untuk cara memeriksa kondisi sistem pendingin, baca panduan di bawah ini.
Pentingnya Pengecekan Kondisi AC Saat Membeli Rumah Bekas?
Banyaknya pembeli yang masih menganggap bahwa sistem pendingin sebagai barang elektronik pelengkap rumah.
Padahal, kondisi AC punya peran penting yang mempengaruhi kenyamanan hingga konsumsi listrik.
Dengan memeriksa kondisi AC sejak awal, Anda dapat mengetahui apakah unit masih layak untuk digunakan atau justru membutuhkan service. Berikut untuk penjelasan lengkapnya.
1. Mengetahui Umur Penggunaan AC
Sebagian besar AC memiliki usia pakai sekitar 8 hingga 15 tahun, tergantung dengan kualitas unit dan perawatan yang dilakukan pemilik rumah sebelumnya.
Semakin tua usia AC, biasanya efisiensi pendinginan akan menurun dan konsumsi listrik menjadi tinggi karena untuk mencapai dingin yang diinginkan butuh waktu yang lama.
Selain itu, untuk model sistem pendingin lama masih menggunakan sparepart lama, sehingga lebih sulit untuk ditemukan.
2. Menghindari Biaya Perbaikan yang Mahal
Kerusakan yang terjadi pada sistem pendinginan tidak selalu terlihat dari luar. Ada beberapa komponen yang justru punya biaya perbaikan yang cukup tinggi.
Kompresor, evaporator, PCB, hingga kebocoran refrigerant merupakan komponen yang kadang tidak terlihat dan butuh bantuan teknisi untuk menganalisis saat terjadi kerusakan.

3. Menjadi Bahan Negosiasi Rumah
Jika Anda menemukan kerusakan hingga unit AC yang sudah tidak layak untuk digunakan karena modelnya lama.
Hal ini tentu dapat Anda jadikan bahan untuk melakukan proses negosiasi dengan penjual.
Dengan begitu, Anda dapat meminta proses perbaikan terlebih dahulu atau justru mepertimbangkan penyesuaian harga rumah.
Cara Memeriksa Kondisi AC Saat Survey Rumah
Berikut ini beberapa langkah untuk Anda perhatikan untuk memeriksa kondisi AC saat melakukan survey membeli rumah.
1. Nyalakan AC Selama 15-30 Menit
Saat Anda memeriksa AC, jangan hanya menyalakan dengan waktu yang singkat. Pastikan AC menyalakan 15-30 menit.
Waktu tersebut menjadi yang paling optimal untuk mengetahui kondisi AC. Sebab, untuk mencapai suhu yang Anda inginkan, sistem pendingin tentu membutuhkan waktu tertentu.
Selain itu, saat sistem pendingin menyala, jika suhu ruangan tidak terasa dingin, artinya terdapat masalah pada sistem AC.
2. Dengarkan suara Unit Indoor dan Outdoor
AC yang normal umumnya mengeluarkan suara yang relatif halus. Namun sebaliknya, jika sistem pendingin mengeluarkan suara desis yang keras dan getaran yang berlebihan, hal ini tentu bisa menjadi tanda adanya kerusakan.
Selain itu, jangan hanya fokus memperhatikan suara yang keluar dari unit indoor, perhatikan juga suara pada unit outdoor.
3. Periksa Kebocoran AC
Hal ini juga sangat penting untuk Anda periksa. Sebab, kebocoran air menjadi masalah umum yang sering terjadi pada sistem pendingin.

Untuk memeriksa kebocoran pada AC, perhatikan pada unit apakah terdapat tetesan air, noda lembap pada dinding, dan jamur di sekitar instalasi.
Kebocoran ini biasanya disebabkan oleh saluran pembuangan yang tersumbat, evaporator yang terlalu kotor, hingga kesalahan pada instalasi awal.
4. Cek Mode AC
Selain mengecek hal-hal teknis, Anda juga perlu memeriksa fungsi setiap mode AC apakah dalam kondisi yang baik.
Pastikan Anda memeriksa beberapa fitur yang ada pada sistem pendingin, seperti Cool mode, Fan mode, Dry mode, Swing, Timer, hingga pengaturan suhu.
Kerusakan pada PCB biasanya dapat dilihat saat fitur pada sistem tidak merespon.
Apakah AC Lama Harus Ganti?
Sebenarnya tidak semua sistem pendingin lama harus diganti. Pergantian unit dapat Anda lakukan apabila AC mengalami beberapa hal ini:
- AC tidak dingin
- Komponen penting mengalami kerusakan parah
- Usia sistem pendingin hampir mencapai batas penggunaan
Jika beberapa poin di atas tidak Anda temukan, artinya AC masih dalam kondisi baik dan tidak perlu diganti dengan unit baru.
Tetapi, saat konsumsi listrik AC selalu membengkak, menggantikan ke unit baru yang sudah menggunakan teknologi inverter jadi pilihan yang tepat.
Anda dapat mencari berbagai pilihan sistem pendingin ruangan baik inverter maupun low watt di Prima Jaya AC.
Kesimpulan
Memeriksa kondisi AC sebelum membeli rumah bekas sama pentingnya dengan memeriksa struktur bangunan atau instalasi listrik.
Dengan melakukan pengecekan performa sistem pendingin, kebersihan unit, suara desis kebocoran, hingga usia unit, Anda tentu akan mengetahui apakah sistem pendingin tersebut masih layak digunakan atau justru sudah harus diganti dengan unit yang baru.
Pastikan jangan terburu-buru saat memeriksa sistem pendingin, karena sistem pendingin yang menyala juga belum tentu dalam kondisi yang baik.
Pemeriksaan yang teliti tentu dapat membantu Anda untuk menghindari biaya service yang mahal.
Selain itu, pemeriksaan yang teliti juga dapat membantu proses negosiasi Anda dengan penjual.
Saat unit sudah mengalami kerusakan atau usianya yang sudah lama, untuk mengganti ke unit baru, pastikan Anda memilih Prima Jaya AC sebagai dealer resmi dari berbagai merek ternama.
WA: +62 811 994 884
Email: sales.primajayaac@gmail.com.
