Batas Minimal Ketinggian & Jarak Dak Beton untuk Pemasangan AC Plafon
Menggunakan AC plafon, terutama jenis cassette yang punya desain elegan maupun ceiling concealed yang unitnya tersembunyi di balik plafon.
Keduanya kini menjadi standar baru dalam mewujudkan sistem pendingin ruangan yang mewah hingga memberikan tampilan interior yang lebih rapi dan modern.
Namun, menghasilkan ruangan yang mewah juga perlu perencanaan struktur yang matang.
Terlebih pemasangan AC plafon, tentu membutuhkan perencanaan sejak awal. Sebab, keberhasilan dalam menciptakan ruangan yang mewah tentu bergantung berdasarkan proses instalasinya.
Berdasarkan parameter arsitek, ada dua faktor yang paling berpengaruh dari proses instalasi, yaitu batas minimal ketinggian plafon dari lantai dan jarak bersih plafon ke dak beton.

Pemasangan AC Plafon Butuh Perhitungan Matang
Berbeda dengan sistem pendingin yang terpasang pada sisi dinding ruangan yang lebih memiliki kebebasan dalam menentukan pemasangan pada sisi vertikal dinding.
AC plafon justru lebih memanfaatkan plenum space yang ada di atas langit-langit gipsum. Itu mengapa perhitungan ketinggian plafon perlu perencanaan secara matang.
Sebab, jika jarak antara plafon gipsum dengan bagian bawah dak beton terlalu sempit, tentu akan mengganggu beberapa hal kemudian hari, terutama sistem pembuangan air yang akan terganggu.
Sebagai kontraktor AC kami menyarankan untuk melakukan survei terlebih dahulu sebelum proses pemasangan AC plafon. Tujuannya agar saat proses pemasangan tidak bertabrakan dengan instalasi lain.
Batas Minimal Ketinggian Plafon Dari Lantai Rumah
Sebelum menentukan jarak plafon ke dak, penting untuk Anda menghitung jarak ketinggian lantai plafon.
Ketinggian ini penting untuk dapat memastikan AC plafon dalam mendistribusikan udara. Berikut penjelasannya.
Pertama, ketinggian minimal (2,4 – 2,5 meter), ini merupakan batas terendah ketinggian plafon untuk Anda memasang AC plafon. Namun, distribusi udara dari AC tentu akan sangat dekat, sehingga akan lebih menusuk kulit dan terasa tidak nyaman.
Kedua, ketinggian ideal (2,8 – 3,2 meter), Jarak ini bisa dikatakan sebagai sweet spot atau jarak ideal bagi arsitek. Dengan ketinggian ini, distribusi jauh terasa lebih nyaman bahkan sebaran udara ke ruangan merata dengan lebih baik.
Ketiga, tinggi maksimal (3,5 – 4,0 meter), Dengan ketinggian ini ruangan Anda akan jauh terlihat lebih mewah. Namun, perlu Anda pahami bahwa plafon yang semakin tinggi juga akan membutuhkan volume udara.
Jarak Minimal Plafon Ke Dak
Menghitung jarak ke dak menjadi tantangan terbesar pada saat pemasangan AC plafon.
Secara standar konstruksi, untuk pemasangan AC plafon jenis cassette atau ceiling concealed, jarak minimum antara plafon dan dak adalah 35 cm hingga 45 cm.
Namun, apabila Anda menggunakan sistem ducted dengan skala besar, kami menyarankan jarak aman sekitar 50 cm.
Sebagai kontraktor AC, Prima Jaya AC punya perhitungan sendiri dalam menentukan jarak sisi plafon ke dak, yaitu minimal 40 cm dan maksimalnya sendiri kami tetap akan menyesuaikan kondisi lapangan.
Berikut penjelasan mengenai fungsi dari pentingnya jarak plafon ke dak.
1. Mengakomodasi Ketebalan Bodi Indoor
Komponen untuk unit indoor perlu dirancang dengan bodi yang kokoh untuk menampung kapasitas beban kipas blower besar, evaporator, hingga bak penampung air.
Rata-rata ketebalan unit indoor sekitar 25 cm hingga 30 cm, namun tetap tergantung pada kapasitas PK AC.
Namun, perhitungan tidak boleh hanya berdasarkan bodi unit saja. Karena unit AC plafon tidak hanya ditempatkan di atas gipsum, Anda juga perlu membuat besi penyangga yang langsung menggantung pada dak beton.
Selain itu, sisakan sekitar 10 cm ruang untuk menghindari bodi unit menyentuh langsung dengan beton.
2. Memberikan Ruang Kemiringan Alami Pipa Pembuangan
Setiap AC yang sedang Anda nyalakan umumnya akan menghasilkan air melalui proses kondensasi.
Jika pada AC dinding, air akan dialirkan ke bawah dengan memanfaatkan gravitasi. AC plafon justru mengalirkan air secara horizontal pada langit-langit dan turun melalui tiang kolom bangunan menuju pembuangan air.
AC plafon modern umumnya sudah memiliki pompa internal yang berfungsi untuk mendorong air naik dan keluar dari bodi AC.
3. Sebagai Sirkulasi Udara dan Kemudahan Perawatan
Mesin AC yang dipasang secara tertanam pada ruangan tertutup tentu membutuhkan ruang sirkulasi agar udara pada bodi tidak mudah panas.
Pastikan jarak pada area langit sekitar 35 – 45 cm untuk memastikan volume udara cukup dan meredam panas saat air conditioner beroperasi.
Mengatasi Kendala Jarak Dak Beton yang Terbatas
Bagaimana jika plafon pada bangunan Anda sudah jadi dan jaraknya sangat sempit, namun Anda memiliki rencana dan bersikeras untuk tetap menggunakan AC plafon jenis cassette atau split duct.
Untuk mengatasi hal berikut, baca tips ini untuk mengatasi jarak dak beton.
Pertama, Terapkan metode drop ceiling (plafon bertingkat), yang mana Anda tidak perlu menurunkan seluruh plafon ruangan sehingga membuat ruangan terasa pendek.
Namun, Anda hanya perlu menurunkan plafon gipsum pada area tepi atau sudut ruangan tempat unit AC plafon dengan memberikan jarak sekitar 40 cm.
Sementara untuk area tengah ruangan plafonnya tetap Anda buat tinggi mendekati dak beton dengan jarak 15-20 cm.
Kedua, Buatlah akses balok atau box gipsum, yang bertujuan untuk membungkus unit AC plafon.
Selain itu, kotak ini juga bisa berfungsi secara sekaligus untuk menyembunyikan lampu ruangan. Tujuannya agar instalasi AC tetap rapi dan terlihat sebagai elemen dekorasi.
Pemasangan AC plafon merupakan investasi jangka panjang untuk kenyamanan dan keindahan properti Anda.
Keunggulan dalam menyembunyikan sistem pendingin dapat Anda rasakan secara optimal jika Anda memahami jarak minimal ketinggian plafon ruangan dan menyisakan jarak antara plafon ke dak beton.

Apabila Anda masih merasa kebingungan dalam menentukan jarak minimal dan tata ruang untuk pemasangan sistem pendingin, konsultasikan masalah Anda dengan tim expert Prima Jaya AC dengan menghubungi kontak dibawah ini.
WA: +62 811 994 884
Email: sales.primajayaac@gmail.com
